Senin, 13 Oktober 2014

Modul 4

A. Tujuan
      mengimplementasikan bahasa pemrograman PHP dengan menggunakan database MySQL ke             dalam sebuah aplikasi berbasis web.
B. Landasan Teori
     Bahasa PHP --> merupakan bahasa pemrograman server side programming yang berfungsi untuk        membuat website bersifat dinamis. Halaman web site dinamis memberikan kesempatan kerja              user untuk dapat berinteraksi dengan halaman web tersebut .
     Database MySQL --> sebuah website yang interaktif dan dinamis, tentu membutuhakan                    penyimpanan data yang fleksibel dan cepat untuk diakses. Salah satu database untuk server adalah      MySQL , jenis database ini sangat populer dan digunakan pada banyak website di internet sebagi        bank data.
C. Alat dan Bahan
     Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah : 
  1. PC
  2. Aplikasi Notepad
  3. AppServ
  4. Web Browser (Google Chrome)
  5. Lembar kerja percobaan
D. Langkah-langkah Praktikum
  1. Install software Xampp ke komputer
  2. Jalankan Xampp, pastikan MySQL dalam keadaan aktif
  3. Buat folder baru di direktori localhost, beri nama folder tersebut dengan NIM (L200120099), folder ini yang akan digunakan untuk menyimpan file percobaan.
     Percobaan 
  1. Buka Browser dan buka http://localhost/phpmyadmin
  2. Buat database baru dengan nama database "mahasiswa" pada kolom create new database
      3. Buat tabel baru dengan nama "mhs" dengan jumlah field "5" pada database yang sudah dibuat.
      4. Isikan field yang sudah dibuat dengan isi sebagai berikut :
          a. NIM                   (Varchar 20)
          b. Nama                 (Char 40)
          c. Jenis Kelamin    (enum "Laki-Laki", "Perempuan")
          d. Alamat               (text)
          e. Jurusan               (Varchar 45)
   5. Buka aplikasi notepad++
   6.Ketikkan script berikut dalam notepad++

Senin, 06 Oktober 2014

Modul 3

MODUL 3

PHP (Hypertext Preprocessor)


A. Tujuan
      Mengetahui dan memahami bahasa pemrograman PHP sebagai bahasa dalam server side programming         dalam website.

B. Landasan Teori
     PHP adalah bahasa pemrograman yang berfungsi untuk membuat website dinamis maupun aplikasi web.        berbeda dengan HTML yang hanya bisa menampilkan konten statis, PHP bisa menampilkan konten yang      dinamis dari sebuah website. PHP ditulis (dirumuskan) oleh Rasmus Lerdorf, seorang software engineer        asal Greenland sekitar tahun 1995. pada awalnya PHP digunakan untuk mencatat jumlah pengunjung.
     Penulisan script PHP
     semua script PHP harus diapit oleh tanda :

  •  <?php.....?>
  • <script language='php'>.....</script>
  • <?.............?>
  • <%.....%>
C. Alat dan Bahan

Senin, 29 September 2014

Modul 2

  1. Langkah Percobaan
1.         Percobaan 1 (Hyperlink)
a.      Buka notepad
b.     Mencari gambar icon google
c.   Mengetik script berikut 


Senin, 22 September 2014

Modul 1


  1. Langkah Percobaan
1.         Percobaan 1 (Dokumen HTML)
a.      Buka notepad
b.      Mengetik script berikut

c.       Menyimpan dengan nama dikumen.html
d.      Membuka dengan app web browser


2.         Percobaan 2 (Heading)
a.      Buka notepad
b.      Mengetik script berikut


c.       Menyimpan dengan nama heading.html
d.      Membuka dengan app web browser


3.         Percobaan 3 (Font)

Rabu, 18 Desember 2013

Mouse Hover

script Css



Script HTML




Table Zebra

Tugas Table Zebra
css  + HTML



Tampilannya: 



Selasa, 19 November 2013

SEJArAH DAN DEFINISI CSS


Sejarah CSS
·         CSS 1
Pada tanggal 17 Agustus 1996 World Wide Web Consortium (W3C) menetapkan CSS sebagai bahasa pemrograman standard dalam pembuatan web. Tujuannya adalah untuk mengurangi pembuatan tag-tag baru oleh Netscape dan Internet Explorer, karena kedua browser tersebut sedang bersaing mengembangkan tag sendiri untuk mengatur tampilan web.
CSS 1 mendukung pengaturan tampilan dalam hal :
1. Font (Jenis ketebalan).
2. Warna, teks, background dan elemen lainnya.
3. Text attributes, misalnya spasi antar baris, kata dan  huruf.
4. Posisi teks, gambar, table dan elemen lainnya.
5. Margin, border dan padiing.

·         CSS 2
Pada tahun 1998, W3C menyempurnakan CSS tahap awal dengan menciptakan standard CSS 2 yang menjadi standard hingga saat ini. Pada level CSS 2 ini, dimasukkan semua atribut dari CSS 1 dan diperluas dengan penekanan pada International Accessibiality and Capacibilty kususnya media-specific CSS. CSS 2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer. 

·         CSS 3 
CSS 3adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam mendesain website. CSS 3 dapat melakukan animasi pada halaman website, diantaranya animasi warna dan animasi 3D. Dengan CSS 3 desaigner dimudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni media query. Selain itu, banyak fitur baru pada CSS 3 yaitu : Multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS-Math dan CSS Object Model.

Fitur terbaru CSS 3 :
1. Animasi, sehingga pembuatan animasi tidak memerlukan program sejenis Adobe Flash dan Microsoft Silverlight.
2. Beberapa efek teks, seperti teks berbayang, kolom koran dan "Word-Wrap".
3. Beberapa efek pada kotak, seperti kotak yang ukurannya dapat diubah-ubah, transformasi 2 dimensi dan 2 dimensi, sudut-sudut yang tumpul dan bayangan.

Pengertian
CSS adalah singkatan dari Cascading Style-Sheet, sebuah pengembangan atas kode HTML yang sudah ada sebelumnya. Dengan CSS, kita bisa menentukan sebuah struktur dasar halaman web secara lebih mudah dan cepat, serta irit size. CSS juga membantu kita untuk menyeragamkan seluruh halaman website dengan tampilan yang konsisten. Misalnya, kita mau seluruh font yang ada di website kita adalah font "Tahoma", maka dengan bantuan CSS kita bisa bikin proses itu menjadi otomatis tanpa harus mengganti-ganti font secara manual di setiap halaman.

Dahulu kala, sebelum CSS menjadi standar untuk mendesain halaman web seperti sekarang, halaman web di desain menggunakan <table>. jadi dibuat dulu desainnya, dalam format .psd atau jpeg, lalu di slice atau di potong potong menjadi bagian – bagian terpisah. setelah itu dibuat table dengan ukuran yang sesuai, lalu desain tadi di “tempel” pada table sebagai image yang melekat pada tabel, atau sebagai background. Kelemahan dari cara seperti ini adalah, halaman web menjadi berat karena kolom – kolom penyusun table <tr> dan <td> diberi tambahan atribut image source. Side effect dari hal ini adalah halaman web menjadi padat dan tidak SEO friendly.

Pada perkembangannya CSS sudah masuk lelvel 3 untuk sekarang, dimana dimulai CSS level 1 atau yang sering di sebut CSS aja, kemudian level 2 yang merupakan penyempurnaan dari CSS level sebelumnya, yaitu CSS level 1.
CSS merupakan alternatif bahasa pemrograman web masa yang akan datang, dimana mempunyai banyak keuntungan, diantaranya :
- Ukuran file lebih kecil
- Load file lebih cepat
- Dapat berkolaborasi dengan JavaScript
- Pasangan setia XHTML
- Menghemat pekerjaan tentunya, dimana hanya membuat 1 halaman CSS.
- Mudah mengganti-ganti tampilan dengan hanya merubah file CSS nya saja.
- Dan banyak lagi yang lainnya.

Kelebihan penggunaan CSS :
1. halaman web menjadi tidak padat, hingga halaman web menjadi SEO friendly
2. anda dapat dengan mudah mengganti tampilan web dengan cukup mengganti nilai dan definisi pada pada satu file CSS saja.

Kekurangannya penggunaan CSS :
sayangnya susah untuk dimengerti dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya contohnya: HTML, PHP, Java Script, dan lain-lain dan CSS ini memerlukan waktu yang sangatlah lama untuk bisa mahir untuk mempelajari CSS ini..